Cara Orangtua Bisa Memupuk Hubungan Kakak dan Adik yang Sehat

hubungan kakak dan adik

Iro – Memupuk hubungan kakak dan adik yang kompak dapat tumbuhkan mereka jadi figur penuh empati. Tidak membandingkan tindakan sampai menyempatkan diri bermain bersama ialah langkah memupuk jalinan kakak adik yang sehat.

Jalinan kakak dan adik adalah yang paling punya pengaruh karena sebagai figur paling dekat semenjak kecil. Tetapi sudah pasti, saat jadi orang-tua tidak berarti segalanya berjalan mulus-mulus saja. Ada saatnya kakak-adik malah bermusuhan atau sibling pesaingry dan membuat orang-tua kebingungan apa yang perlu dilaksanakan.

Meskipun begitu, harus diingat jika walau kakak dan adik kerap berkelahi, tidak berarti mereka bermusuhan. Tidak berarti juga mereka tidak dapat dekat keduanya. Untuk memulai membuat ikatan sehat dalam keluarga, orang-tua harus awali dengan sensitif pada sekitaran.

Membuat hubungan di antara kakak dan adik akan menolong mereka tumbuh besar sebagai kawan dekat. Untuk dapat capai ini, pasti orang-tua seharusnya tidak memperbandingkan keduanya. Tiap pada mereka itu unik. Apabila sudah dapat terjaga ikatan di antara kakak dan adik, bakal ada manfaat-manfaat misalnya:

hubungan kakak dan adik

Kemampuan sosial yang luwes

Di tahun 2013 lalu, sebuah study di Journal of Famili Issues memperlihatkan jika anak dengan saudara kandungan mempunyai kekuatan sosial lebih daripada anak tunggal. Ini kelihatan saat mereka duduk di kelas lima sekolah dasar.Bukan mustahil, anak yang telah terbiasa untuk share, bekerja bersama, dan sepakat dengan saudara-saudaranya akan tumbuh jadi orang dewasa yang sukses dengan cara sosial.

Jadi pasangan yang baik

Menariknya, anak yang tumbuh dengan saudara baik itu kakak atau adik lebih rendah peluang untuk berpisah. Minimal, ada pengurangan angka sampai 3% dalam study di tahun 2014 ini.Memeriksa ke belakang saat mereka tumbuh besar, ini tidak terlepas dari kualitas anak dan saudaranya. Mereka mempunyai kekuatan sosial lebih bagus saat ikatan dengan kakak atau adiknya lumayan dekat.Begitupun kebalikannya. Saudara kandungan yang tidak kompak benar-benar rawan alami stres dan kekhawatiran berlebihan saat ada di babak remaja.

Memberi teladan yang baik

Ikatan di antara kakak dan adik bisa juga memberinya panutan, khususnya dari kakak ke adik. Karena, adik condong mengikuti apa yang kakaknya kerjakan. Ini berlaku saat mereka tumbuh besar dan memulai bersekolah.Sayang, ini berlaku kebalikannya. Adik yang menyaksikan panutan jelek kemungkinan besar akan mengikutinya. Terhitung dalam soal sikap seksual yang ceroboh.

Tentu saja secara emosional, kakak dan adik punyai ikatan benar-benar kuat. Ini berlaku tidak cuma untuk saudara kandungan saja. Begitu halnya saudara angkat atau tiri.Saat ada 2 orang yang dekat, karena itu emosi yang mencakup ke-2 nya pasti besar. Dimulai dari rasa sayang, geram, cemburu, kuatir, tersinggung, dan banyak emosi yang terkadang dapat membuat kerepotan.Untuk dapat mempertahankan kesehatan jalinan di antara kakak dan adik, berikut yang dapat orang-tua coba aplikasikan:

1. Validasi emosi dan perasaan

Sejak mereka kecil, jangan sampai lupa untuk validasi emosi dan hati yang ada. Tidak berarti karena anak lelaki jadi tidak bisa menangis dan dicap gembeng. Masih tetap berikan cap dan validasi apa yang mereka alami dan pemicunya.Dengan langkah ini, anak akan pahami apa kosa kata yang terkait dengan emosi. Mereka akan tumbuh jadi figur yang dapat pahami emosi dan sensitif pada sama-sama.

2. Tidak membandingkan

Jangan sampai memperbandingkan sikap anak atau perolehan mereka. Bukanlah memberikan motivasi, ini malah membuat mereka makin tidak dapat berdamai dengan keadaan. Salah-salah, anak akan memandang saudara kandungan sebagai tandingan mereka.

3. Beri konsekuensi

Masih tetap berikan resiko ke anak sesuai sikap mereka. Bukan menurut siapakah yang semakin besar dan kecil. Saat adik menangis, tidak berarti selalu kakak yang keliru. Ada saatnya adik lakukan kekeliruan. Peranan orang-tua di sini yaitu memberikan resiko sama sesuai sikap.

4. Beri batasan

Walau orang-tua telah memberinya validasi pada emosi seperti geram atau frustrasi, tidak berarti anak bebas lakukan apa saja. Masih tetap berikan tutorial dan batas. Geram bisa, tetapi tidak boleh menghancurkan, sakiti diri kita, dan sakiti seseorang.

5. Tidak condong ke satu anak

Ketentuan yang ini mutlak jangan dilaksanakan oleh orang-tua. Tidak boleh bermain favorite cuman ke satu anak saja karena ini malah tingkatkan resiko perselisihan di antara kakak-adik. Bahkan juga study di Journal of Famili Psychology ini menulis dampak ini dapat terlalu lama sampai mereka nantinya dewasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *